Berita Tercepat
Proyek Pembangunan UP Bitung Senilai 87 Miliar Diduga Asal Jadi dan Minim Rambu K3
Tangerang,
siber.news | Proyek raksasa Pembangunan UP Bitung senilai Rp87,3 Miliar yang dikerjakan oleh PT. Bumi Duta Persada mulai menuai sorotan tajam. Pasalnya, pengerjaan di lapangan diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis dan mengabaikan keselamatan publik.

“Pantauan kami di lokasi, pemasangan U-ditch beton itu terlihat diletakkan begitu saja di atas tanah galian tanpa landasan pasir yang memadai,” ujar salah seorang warga yang memantau lokasi beberapa hari lalu.
Kondisi tanah yang tidak diratakan dengan pasir urug terlebih dahulu memicu kekhawatiran akan kualitas bangunan. “Kalau dasarnya hanya tanah galian kasar, hitungan bulan pasti ambles atau miring, itu jelas indikasi kurang spek,” katanya dengan nada kecewa.
Tak hanya soal kualitas pemasangan beton, penerapan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di sepanjang Jl. Raya Serang juga dinilai sangat minim. Rambu-rambu pengaman dan lampu peringatan hampir tidak ditemukan di titik-titik galian yang dalam.
“Bahaya sekali, rambunya cuma ada satu-dua dan tidak terlihat jelas. Kalau malam gelap sekali, bisa-bisa pengendara terperosok ke lubang galian,” ujar seorang pengendara motor yang sering melintas di area tersebut.
Indikasi kelalaian ini memunculkan dugaan bahwa pihak kontraktor sengaja mengabaikan standar keselamatan demi menekan biaya operasional. “Katanya proyek nasional dengan dana besar, tapi kok pengamanannya seadanya, seolah nyawa pengguna jalan dianggap remeh,” cetusnya.
Publik kini mempertanyakan peran Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Banten dalam mengawasi uang rakyat senilai puluhan miliar tersebut. “Jangan sampai anggaran fantastis ini hanya menghasilkan proyek seumur jagung akibat lemahnya kontrol,” tegasnya lagi.
Hingga berita ini dimuat, pihak pelaksana dari PT. Bumi Duta Persada belum memberikan klarifikasi resmi terkait temuan miring di lapangan. “Kami akan terus kawal sampai ada penjelasan teknis dari pihak pengawas atau kementerian,” pungkasnya menutup pembicaraan.





















