Berita hari ini
Anggota DPRD Serang Ahmadi Tuduh Pers “Berita Titipan” Usai Dikonfirmasi Soal Bantuan Beras
siber.news, SERANG | Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Partai NasDem, Ahmadi, membenarkan kehadirannya dalam pembagian beras cadangan pangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Pertanian untuk korban banjir.
“Saat pihak kecamatan dan kelurahan membagikan beras cadangan pangan dari dinas pertanian untuk korban banjir dan pasca banjir saya hadir hanya disatu titik yaitu kecamatan Ciruas sebanyak 10 ton,” ungkap Ahmadi melalui media pesan WhatsApp pada Rabu (12/02/2026)
“Kalau bantuan dari pribadi kita sebar di beberapa kecamatan di Dapil 1 karena banyak konstituen yang meminta bantuan. Kebanyakan koordinator konstituen saya yang atur karena saya ada kegiatan kedinasan lain,” ujarnya.
Namun, ketika menanggapi tuduhan “nebeng” dari Kepala Dinas Pertanian, Ahmadi berkilah bahwa kehadirannya merupakan bagian dari sinergi antara legislatif dan eksekutif.
“Yang pasti Dinas Pertanian bagian dari mitra Komisi II DPRD Kabupaten Serang. Kalau saya sebagai anggota DPRD di Komisi II bersinergi dengan eksekutif, apakah ada yang salah?” tegasnya.
Pernyataan Ahmadi, berbanding terbalik dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang, Suharjo, yang menegaskan bahwa kehadiran anggota DPRD tersebut tidak pernah dikoordinasikan dengan pihaknya.
“DPRD muncul tanpa lkoordinasi dengan kita, tiba-tiba ada di lokasi,” ujarnya Rabu (11/02/2026)
Menurut Suharjo, seluruh proses distribusi merupakan kewenangan penuh pemerintah daerah berdasarkan perintah Bupati.
“Tidak ada sama sekali keterlibatan DPRD. Ini mutlak kewenangan Bupati. Yang bersangkutan hanya numpang, tidak ada koordinasi ke dinas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, data penerima bantuan berasal dari usulan para camat yang diverifikasi dan diajukan kepada Bupati melalui mekanisme Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Pengajuannya dari camat ke Bupati. Jadi tidak ada kaitannya dengan DPRD,” tambahnya.
Menanggapi isu bantuan tidak tepat sasaran, Suharjo membantah. “Tidak ada yang tidak tepat sasaran. Semua sudah diverifikasi oleh camat,”
Sorotan tajam muncul ketika Ahmadi justru berbalik menuduh insan pers. “Saya tahu ini berita titipan,” ucapnya saat dikonfirmasi.
Pernyataan tersebut memunculkan kesan bahwa Ahmadi mencoba meragukan independensi media.
Tak lama setelah melontarkan tuduhan itu, Ahmadi memilih mengakhiri percakapan dan menghapus kembali pesannya.
Tindakan tersebut menimbulkan kesan seolah ingin menghilangkan jejak, sekaligus memperkuat sorotan publik terhadap sikap seorang anggota dewan yang menuding pers tanpa dasar jelas. (BA)





















