Berita hari ini
Layanan Air Perumda Tirta Benteng Kembali Normal Pasca Pencemaran Limbah Kimia
Tangerang
siber.news | Kabar baik bagi warga Kota Tangerang. Layanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng kini mulai berangsur normal setelah sempat terhenti akibat insiden kebakaran gudang kimia di wilayah Serpong, Tangerang Selatan.
Kebakaran tersebut mengakibatkan limbah kimia mengalir dari Kali Jalantreng menuju Sungai Cisadane, yang merupakan sumber utama air baku.
Pencemaran tersebut memaksa pihak Perumda TB mengambil langkah cepat dengan menghentikan distribusi air sejak Senin (8/2) pukul 22.00 WIB. Langkah darurat ini dilakukan demi keselamatan pelanggan, mengingat kondisi air baku di Sungai Cisadane sempat berubah warna, berbusa, dan mengeluarkan aroma menyengat akibat zat kimia berbahaya.
Akibat penghentian tersebut, dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama, yakni IPA Mekarsari dan IPA Sitanala, terpaksa dinonaktifkan sementara. Dampaknya dirasakan oleh ribuan pelanggan di Zona 1 dan Zona 2, mencakup wilayah Kecamatan Batuceper, Cipondoh, Karang Tengah, hingga sebagian wilayah Pinang.
Humas Perumda TB, Dian Arini Maulana, memastikan bahwa tim laboratorium telah bekerja ekstra keras melakukan pemeriksaan kualitas air secara ketat. Per Selasa (10/2) pagi, hasil pengujian menunjukkan parameter air baku telah kembali aman dan sesuai standar kesehatan, sehingga proses produksi dapat segera dimulai kembali.
Hingga pukul 06.40 WIB, operasional distribusi dilaporkan telah mencapai 90 persen. Meski produksi sudah berjalan optimal, pihak Perumda TB mengakui bahwa tekanan air di keran pelanggan mungkin belum sepenuhnya stabil karena saat ini air tengah mengisi ruang-ruang pipa yang sempat kosong selama masa penghentian.
Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar selama proses normalisasi tekanan berlangsung. Perumda TB berkomitmen untuk terus memantau kondisi air secara berkala guna memastikan kejadian serupa tidak membahayakan kualitas layanan di masa mendatang.





















