Berita hari ini
Perumda Tirta Benteng Beri Penjelasan Soal Proyek Pipa dan Jalan Amblas
TANGERANG,
siber.news | Manajemen Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang akhirnya merespons keluhan warga terkait kondisi jalan yang amblas akibat proyek pemasangan pipa. Pihak Humas menegaskan bahwa kondisi tersebut telah menjadi perhatian serius tim teknis di lapangan.
Humas Perumda Tirta Benteng menjelaskan bahwa penurunan permukaan aspal di lokasi galian merupakan dampak dari proses pemadatan tanah yang terganggu cuaca. Pihak operasional mengakui adanya kendala teknis akibat intensitas hujan yang mempengaruhi kestabilan tanah urukan.
Terkait tudingan pengerjaan “asal jadi”, manajemen membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa proyek berjalan sesuai spesifikasi yang ditentukan. Namun, mereka tidak menutup mata terhadap adanya kerusakan jalan di beberapa titik yang mengganggu pengguna jalan.
Saat ini, Perumda Tirta Benteng telah menginstruksikan kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan permanen atas kerusakan jalan tersebut. Kontraktor diwajibkan melakukan penutupan ulang dan pemadatan jalan sebelum aspal dikembalikan ke kondisi semula guna mencegah amblas susulan.
Pihak Humas juga menekankan bahwa proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, sehingga segala kerusakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.
Monitoring ketat terus dilakukan untuk memastikan kontraktor bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Tangerang yang terganggu perjalanannya. Mereka berjanji akan mempercepat proses koordinasi agar akses jalan kembali normal dan aman dilalui kendaraan.
Ke depannya, Perumda Tirta Benteng berkomitmen untuk lebih selektif dalam mengawasi setiap tahapan pengerjaan di lapangan. Hal ini dilakukan guna meminimalkan dampak sosial dan fisik dari pembangunan infrastruktur air bersih yang sedang masif dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Masyarakat yang masih menemukan titik kerusakan serupa diimbau untuk melapor melalui kanal pengaduan resmi perusahaan. Penjelasan ini diharapkan dapat menjawab kekhawatiran publik terkait efektivitas penggunaan anggaran dalam proyek strategis tersebut.





















